KOALISI MASYARAKAT SIPIL GELAR SIMPOSIUM NASIONAL HUKUM YANG HIDUP DI MASYARAKAT PASCA KUHP BARU: PERINGATKAN RISIKO DAN DAMPAK TERHADAP KELOMPOK RENTAN

Jakarta, 30 Juli 2024 – Hukum pidana di Indonesia telah memasuki era baru pasca disahkannya Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (“KUHP Baru”). Beleid ini pada awalnya diklaim menjadi upaya negara untuk melepaskan diri dari corak hukum kolonial Belanda, yang tidak mampu lagi menjawab perkembangan masyarakat yang dinamis untuk mencapai keadilan.…

POLICY BRIEF RISIKO DAN MITIGASI DAMPAK PENGATURAN HUKUM YANG HIDUP DALAM MASYARAKAT DALAM PEMBENTUKAN PERATURAN PELAKSANAAN KUHP

Formalisasi Hukum Yang Hidup Dalam Masyarakat (HYHDM) dalam KUHP membawa risiko yang signifikan bagi kelompok marjinal dan rentan, serta menambah kompleksitas dan ketidakpastian dalam hukum pidana nasional. Formalisasi ini berpotensi mematikan sifat dinamis dan fleksibel HYHDM, meningkatkan obesitas regulasi dan biaya di tingkat daerah, serta memperkuat diskriminasi dan hegemoni kelompok elit dominan di dalam masyarakat.…

Urgensi RUU Penghapusan Diskriminasi: Akselerasi Penanggulangan HIV-AIDS di Indonesia

#BeritaPBHI “Urgensi RUU Penghapusan Diskriminasi: Akselerasi Penanggulangan HIV-AIDS di Indonesia” Jakarta, 23 Juli 2024 – Perhimpunan Bantuan Hukum dan HAM Indonesia (PBHI), YIFoS Indonesia, Inti Muda Indonesia, dan Koalisi Nasional Kelompok Rentan Anti Diskriminasi (KAIN) menyelenggarakan Diskusi Hukum dan HAM (DUHAM) ke-39 dengan tema “Urgensi RUU Penghapusan Diskriminasi: Akselerasi Penanggulangan HIV-AIDS di Indonesia”.  Diskusi yang…

Puluhan Masyarakat Sipil Desak RUU Penghapusan Diskriminasi untuk Percepatan Penanggulangan HIV-AIDS di Indonesia

Siaran Pers Puluhan Masyarakat Sipil Desak RUU Penghapusan Diskriminasi untuk Percepatan Penanggulangan HIV-AIDS di Indonesia Jakarta, 23 Juli 2024 – Perhimpunan Bantuan Hukum dan HAM Indonesia (PBHI), YIFoS Indonesia, Inti Muda Indonesia, dan Koalisi Nasional Kelompok Rentan Anti Diskriminasi yang berjumlah 46 organisasi masyarakat sipil menggelar Diskusi Hukum dan HAM (DUHAM-39) dengan tema “Urgensi RUU…

Segera Ungkap dan Adili Prajurit TNI Pelaku Penembakan di Kampung Karubate, Distrik Mulia, Kabupaten Puncak!

Siaran PersKoalisi Masyarakat Sipil untuk Reformasi Sektor KeamananMenyikapi Penembakan Warga Sipil oleh Aparat TNI di Kabupaten Puncak, Papua Segera Ungkap dan Adili Prajurit TNI Pelaku Penembakan di Kampung Karubate, Distrik Mulia, Kabupaten Puncak! Koalisi Masyarakat Sipil untuk Reformasi Sektor Keamanan mengecam dengan keras peristiwa penembakan yang terjadi di wilayah Distrik Mulia, Kabupaten Puncak Jaya, Provinsi…

Gelar Capacity Building, Wujud Nyata Hentikan Stigma terhadap HIV-AIDS

#BeritaPBHI  Gelar Capacity Building, Wujud Nyata Hentikan Stigma terhadap HIV-AIDS Jakarta, 18 Juli 2024 – PBHI menyelenggarakan Kelas Peningkatan Kapasitas Internal dengan tajuk “Mengenal HIV-AIDS, IMS, dan Relasinya dengan Stigma dan Diskriminasi”.  Kegiatan ini diikuti oleh staf dan peserta magang PBHI, serta menghadirkan Heriyanto dan Riska Arianti sebagai narasumber. Tujuan diadakannya kelas internal ini adalah…

Penghapusan Pasal Larangan TNI Berbisnis: Menghapus Profesionalisme TNI

Siaran Pers Koalisi Masyarakat Sipil untuk Reformasi Sektor Keamanan Menyikapi Pernyataan Kababinkum TNI Terkait Usulan Penghapusan Pasal Larangan TNI Berbisnis “Penghapusan Pasal Larangan TNI Berbisnis: Menghapus Profesionalisme TNI” Jakarta, Kamis 11 Juli 2024 yang lalu Kepala Badan Pembinaan Hukum (Kababinkum) TNI, Laksda Kresno Buntoro dalam keterangannya di forum “Dengar Pendapat Publik RUU TNI/Polri” yang diselenggarakan…

Terpinggirkan dalam Pemulihan: Kurangnya Jaminan Hak Korban TPPO

#BeritaPBHI  “Terpinggirkan dalam Pemulihan: Kurangnya Jaminan Hak Korban TPPO” Jakarta, 3 Juli 2024 – PBHI menyelenggarakan Diskusi Hukum dan HAM (DUHAM) ke-38 bersamaan dengan peluncuran temuan PBHI bertajuk “Menuntut Hak Atas Pemulihan bagi Korban TPPO”.  Turut hadir sebagai penanggap dalam diskusi ini, yaitu Enggar Pareanom (Kombes Pol), Wawan Fahrudin (LPSK), Pahrur Dalimunthe (DNT Lawyers), Wiwin…

Kerangkeng Manusia Langkat: Menghukum Eksekutor, Membebaskan Aktor Intelektual, Menghapus Hak Korban atas Pemulihan

Rilis Pers Perhimpunan Bantuan Hukum dan Hak Asasi Manusia Indonesia (PBHI) “Kerangkeng Manusia Langkat: Menghukum Eksekutor, Membebaskan Aktor Intelektual, Menghapus Hak Korban atas Pemulihan” Vonis bebas terhadap TRP, pelaku intelektual dalam tragedi Kerangkeng Manusia Langkat, yang sebelumnya dituntut 14 tahun penjara dan restitusi sebesar Rp2,3 miliar untuk 11 korban berdasar perhitungan LPSK, berbanding terbalik dengan…

Terpinggirkan Dalam Pemulihan: Kurangnya Jaminan Hak Korban TPPO

TPPO harus diakui sebagai bentuk tindak kejahatan terorganisir karena melibatkan berbagai aktor, baik intelektual maupun eksekutor yang bukan hanya aktor sipil (eksekutor), namun juga aktor institusi (regulasi). Meskipun Satgas TPPO Polri sudah berhasil menumpas ratusan kasus TPPO semenjak dibentuk, namun penanganan hukum yang terjadi masih berfokus pada menumpas pelaku atau eksekutor lapangan. APH hanya menyita…