#BeritaPBHI
Gelar Capacity Building, Wujud Nyata Hentikan Stigma terhadap HIV-AIDS
Jakarta, 18 Juli 2024 – PBHI menyelenggarakan Kelas Peningkatan Kapasitas Internal dengan tajuk “Mengenal HIV-AIDS, IMS, dan Relasinya dengan Stigma dan Diskriminasi”. Kegiatan ini diikuti oleh staf dan peserta magang PBHI, serta menghadirkan Heriyanto dan Riska Arianti sebagai narasumber. Tujuan diadakannya kelas internal ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan anggota PBHI terkait HIV-AIDS, IMS (Infeksi Menular Seksual), penyebarannya, serta stigma dan diskriminasi yang masih masif terjadi di masyarakat.
Orang Dengan HIV (ODHIV) menjadi salah satu kelompok rentan yang kerap mengalami stigma buruk dan diskriminasi dalam aktivitas kesehariannya sebagai masyarakat. Menurut Riska Arianti, banyaknya miskonsepsi terkait penyebaran HIV-AIDS dan IMS serta minimnya edukasi seksual di masyarakat menjadi salah satu penyebab diskriminasi terhadap ODHIV semakin parah. Selain itu, masih banyak tokoh adat, tokoh agama, atau kepala daerah yang membenarkan tindakan masyarakat dalam mendiskriminasi ODHIV sehingga keberadaan mereka semakin rentan dan terpinggirkan.
Stigma terhadap orang dengan HIV dari berbagai lapisan masyarakat, termasuk tenaga kesehatan dan keluarga, mengakibatkan rendahnya kepatuhan orang dengan HIV untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara teratur dan cenderung menyembunyikan status HIV positif mereka. Padahal, individu yang hidup dengan HIV membutuhkan dukungan agar tidak menghentikan pengobatan mereka dan tetap bersemangat untuk berkontribusi dalam kehidupan mereka.
Kegiatan Internal Capacity Building berjalan sangat interaktif antara narasumber dan peserta. PBHI mendorong terus upaya pemajuan dan perlindungan hak asasi manusia bagi siapapun, termasuk mendorong perjuangan bagi mereka yang terpinggirkan dalam masyarakat, termasuk orang-orang yang hidup dengan HIV. PBHI juga mendukung penuh komitmen untuk mengurangi stigma dan diskriminasi terhadap orang dengan HIV-AIDS, serta untuk memastikan perlindungan terhadap hak asasi manusia mereka.(SSNU)



