All human being are born free and equal in dignity and right. 
There are endowed with reason and conscience and should act
towards one another in a spirit of brotherhood.

Article I, Universal Declaration of Human Right

Newsticker
Pada umumnya, banyak orang kerap mencampuradukkan antara “penyiksaan” (torture) dengan “penganiayaan” (persecution). Seolah-olah suatu perbuatan yang disebut “penganiayaan” adalah juga “penyiksaan”. Padahal kedua istilah ini berbeda satu sama lain, karena jenis hukum keduanya juga berbeda. Dalam hubungannya dengan “penyiksaan”, ...
Pers Release
Dec 09

Catatan PBHI atas Kondisi Penegakan HAM di Indonesia 2011

SEPANJANG tahun 2011 di Indonesia tidak ada kemajuan yang berarti dalam penegakan HAM beserta jaminan perlindungan terhadap hak hak dasar manusia. Baik ditinjau dari perspektif hak sipil dan politik maupun ekonomi, sosial dan budaya. Bahkan di sejumlah kasus, faktanya justru cenderung berkebalikan, yakni terjadi kemunduran secara sistematis akibat faktor-faktor yang kian kompleks. Terutama faktor yang bersumber pada belum sepenuhnya negara menampakkan komitmentnya yang tegas terhadap jaminan perlindungan, pemenuhan dan penegakan HAM.

Indikator paling nampak dari itu semua adalah,  kian tak terselesaikannya hutang-hutang penuntasan pelanggaran HAM di masa lalu. Di sisi lain kian terus panjangnya deretan pelanggaran HAM oleh negara dari waktu ke waktu. Begitu cepatnya peristiwa peristiwa yang belum

Read more...
Print PDF
Nov 11

MENKUMHAM seharusnya tidak Menghambat Sistem Pemasyarakatan

Kejahatan Korupsi dan Terorisme, saat ini sedang menjadi musuh bersama masyarakat kita. Upaya melawan kejahatan tersebut juga harus didukung dengan berbagai pendekatan baik dalam bentuk pencegahan,  maupun penegakan hukum melalui proses hukum yang adil dan menjatuhkan hukuman seseuai dengan undang-undang yang berlaku. Semangat melawan kejahatan Korupsi dan Terorisme tetap harus memperhatikan hak asasi manusia, baik ketika berhadapan dengan hukum (tersangka atau terdakwa) maupun ketika menjalani masa hukuman (warga binaan).  Sebagai warga binaan hak-hak nya juga dijamin dalam Peraturan Perundang-Undangan dan memperhatikan Aturan Standar Minimum bagi perlakuan terhadap Orang Yang ditahan.

Indonesia sebagai negara peratifikasi Konvensi Hak Sipil dan Politik, bertanggung jawab untuk

Read more...
Print PDF
Oct 31

Kisah Seorang Buruh Pabrik Rokok

Oleh Esti Nuringdyah

Desa Karangjambe, Kecamatan Padamara, Kabupaten Purbalingga, sore itu tampak ramai. Puluhan perempuan muda berhamburan keluar pabrik, yang ditemboknya terlukis nama sebuah produk rokok terkenal yang 2004 lalu berpindah tangan ke perusahaan rokok ternama di Inggris. Seperti kebanyakan pabrik rokok, mereka melakukan program kemitraan dengan perusahaan local untuk memproduksi sigaret kretek tangan (SKT) unggulan.

Seorang perempuan muda keluar dari pabrik dengan senyum yang menarik, setengah berlari, Ia bergegas menuju warung kecil milik mertuanya. Tangannya meraih jajaran toples berisi gula merah dan kelapa muda. Diantara toples-toples, terselip dua piring kecil berisi sawo. Buah lokal bekulit coklat dan berasa manis ini, ditata di atas lapak kecil. Dagangan sawo ini, rupanya miliknya. Setiap hari Ia menitipkan sawo di warung mertuanya, sebelum memulai bekerja di Pabrik.

Dengan bahasa ibunya dia menceritakan kejadian yang menimpa temannya yang terluka terkena gunting yang digunakan untuk merapikan gulungan rokok, sampai saat ini lukanya tidak kunjung sembuh dan menimbulkan nanah, mertuanya yang mendengarkan cerita tersebut hanya mengomentari kenapa tidak dibawa ke rumah sakit, poli milik perusahaan jarang ada dokter dan perawatnya.

Ia juga bekerja di bagian gunting. Setiap hari merapikan lintingan-lintingan rokok. Pabrik ini, memproduksi sigaret tangan, maka jangan membayangkan para pekerjanya menggunting dengan alat canggih, sekali gunting bisa jadi puluhan batang. Gunting manual yang digunakan  tiap batangnya, sekedar untuk menjaga mutu dan kenikmatan pecandu rokok.

Upah saya dari MPS lumayan saja mbak, kekurangannya ya ditutup sama jualan sawo. Suami saya juga kan masih kuat kerja, walaupun cuma jadi kuli bangunan. Kadang kerja, kadang enggak, tapi ya lumayan. Cukup kalau dicukupkan”. Setiap hari Ia dibayar Rp. 9500, paling tidak dalam seminggu, Ia mengantungi Rp. 57,000, sebulannya Ia mendapat penghasilan Rp 228,000. Bayaran yang jauh dibawah Upah Minimum Kabupaten (UMK). Kabupaten Purbalingga menentukan UMK sebesar Rp. 499,500 setiap bulan. “Tapi Aku dibayar segitu karena aku masih lanjutan mba. Kalau yang sudah terampil dibayar Rp, 11.000 per hari. Kalau yang pemula dibayar Rp, 8500”, Lantas Ia melanjutkan, “Besar bayarannya, kerjaannya juga tambah banyak mba. Kalau yang terampil, sehari targetnya 4000 batang, yang pemula 1600 batang. Kalau aku kan dapatnya tahap lanjutan, sehari targetnya 2500 batang”.

Bagi orang sepertinya, apapun akan dilakukan demi perbaikan kesejahteraan generasi penerusnya “Aku pengin anakku bisa sekolah tinggi, bisa kuliah, tapi upahku kecil, suamiku juga kadang kerja kadang enggak, jadi aku harus pinter-pinter, Jualan sawo”. Saat Ia menyampaikan hal ini, gambaran kesedihan tak nampak. Ia hanya terlihat sedikit kelelahan, rambutnya kusut. Belum Ia berganti baju, Ia langsung mengangkat anaknya dari pangkuan Ayah kandungnya, “Nanti lagi ya, aku mau mandikan anakku dulu”. Pukul setengah enamsore, matahari mulai tampak kelelahan dan perlahan melingsir ke barat.

Setiap pukul 03.00 pagi, manakala kabut masih tebal diatas atap rumah-rumah, bersama ayah, ibu dan suaminya. Dengan Tentu saja dapurnya dingin, sebab tak bertembok, hanya dibentengi geribik dan beralaskan tanah. Mereka bersama-sama membungkus buah sawo dengan kantung plastic,”biasanya satu plastic berisi sepuluh buah”. Tiap plastik akan dititipkan ke warung-warung di sekitar pabrik, masih di desa Karangjambe, “biasanya bukan hanya di daerah pabrik Mba, kalau suamiku libur, bisa sampai ke Grecol, Kalimanah atau Karang petir”.

Dengan setengah tidak enak hati saya bertanya “Kalau boleh tahu, berapa sih pengeluaran Mba dalam sebulan, dan bagaimana memenuhi kebutuhan tersebut? “Sebulan, berapa yah. Aku gak pernah ngitung sih Mba. Kira-kira seminggu ya 80.000 ribu rupiah, untuk kebutuhan dapur buat lima orang. Tapi itu belum termasuk susu buat anak saya, juga listrik,tabungan, pakaian. Jadi sebulan paling tidak 320.000 ribu rupiah“. Agak heran saya bertanya “Tidak pakai ASI tho Mba”, saya bertanya agak heran. “Gak boleh. Di pabrik gak boleh bawa anak. Karena musti bekerja ya,akhirnya anakku dikasih susu sambung saja”. Ketika istirahat tidak bisa Mba?, Saya lanjut bertanya. “Istirahat apa? kalau siang memang ada istirahat makan. Tapi paling lima menit. Kadang ada yang makan sambil berdiri. Kalau sudah makan selesai ya kerja lagi”. Saya sama sekali tidak bisa memahami makna tawanya sambil menjawab pertanyaan tersebut.  Saya merasa, Dia berpikir bahwa buruh tak punya hak untuk istirahat seolah hanya menjadi lelucon. Hati saya miris melihatnya.

Besoknya sengaja Saya, menyempatkan untuk mampir ke warung, “Gimana Mba, hari ini berangkat kerja jam berapa?”. Saya membuka percakapan, begitu dia duduk di lapak warung. “Biasa Mba, masuk kerja jam enam tadi pagi, natain gilingan, terus mulai nggunting. Habis nggunting aku kirim ke packing. Nah orang packing ngirim ke pasokan. Tadi targetnya nyampe kok Mba, 2500 linting. Jam segini baru selesai”. Saya melihat di dinding warung menunjukkan pukul setengah enam sore. Hari minggu libur tidak Mba” saya bertanya, penasaran.“Minggu libur, tapi kalau hari libur besar tidak libur. Dihitungnya lembur. Tapi bayarannya sama. Kalau saya ya dapatnya 9500 ribu”. Saya hitung-hitung Dia bekerja kurang lebih 60 jam dalam seminggu.

Pasal 77 UU No 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan menyebutkan “
Ayat (1) Setiap pengusaha wajib melaksanakan ketentuan waktu kerja
Ayat (2) Waktu kerja sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) meliputi :
a.    7 (tujuh) jam 1 (satu) hari dan 40 (empat puluh) jam 1 (satu) minggu untuk 6 (enam) hari kerja dalam 1 (satu) minggu; atau
b.    8 (delapan) jam 1 (hari) dan 40 (empat puluh) jam 1 (satu) minggu untuk 5 (lima) hari kerja dalam 1 (satu) minggu.


Seharusnya, pabrik membayar buruhnya upah lembur setiap hari. Sebab
mereka bekerja di luar jam yang sudah ditentukan oleh pemerintah Indonesia melalui Undang-Undang No. 13 Tahun 2003 tentang ketenagakerjaan. Saya jadi teringat tawanya makala saya mengajukan pertanyaan tentang jam istirahat,  lima menit setelah beberapa jam bekerja secara terus menerus, pikirku keheranan.

Bagaimanapun juga buruh berhak untuk istirahat. Undang-Undang No. 13 Tahun 2003 tentang ketenagakerjaan pasal 79 (2) huruf a, yang menyebutkan “ Istirahat antara jam kerja, sekurang-kurangnya setengah jam setelah bekerja selama 4 (empat) jam terus menerus dan waktu istirahat tersebut tidak termasuk jam kerja”.

Print PDF
Oct 27

Problem Rumah Tahanan Tidak Selesai Dengan Sidak

Inpeksi mendadak yang dilakukan oleh Menteri dan Wakil Menteri Hukum dan HAM ke berbagai Rumah Tahanan dan Lembaga Pemasyarakatan di Indonesia, tidak akan menyelesaikan permasalahan substansial yang terjadi di ruang-ruang penahanan. Permasalahan mendasar dari Rumah Tahanan dan Lembaga Pemasyarakatan adalah melebihinya jumlah penghuni dibandingkan dengan kapasitas daya tampung dari Rutan dan Lapas (overcrowded). Masalah ini yang kemudian menimbulkan berbagai  dampak lanjutan seperti pelanggaran terhadap hak manusia dalam penahanan, korupsi, penyebaran penyakit, kekerasan dll.

Berdasarkan pantauaan per satu Oktober 2011, di 33 Kantor Wilayah Lembaga Pemasyarakatan dan Rumah Tahanan Negara, diketahui jumlah warga binaan dan tahanan mencapai 135.479 orang, sedangkan kapasitas Rutan dan Lapas hanya untuk 91.051 orang. Kelebihan kapasitas

Read more...
Print PDF
Oct 25

Papua Memanas, Negara harus Bertanggung-Jawab

Kongres Rakyat Papua (KRP) III, yang berlangsung secara damai di lapangan sekolah tinggi filsafat, Padang Bulan, Jayapura, Papua berakhir tragis.  Berondongan peluru dari aparat gabungan (TNI dan kepolisian) yang mengakibatkan enam orang meninggal, dan ratusan lainnya terluka telah menodai perjalanan demokrasi dan penegakkan hak manusia di Indonesia.  

Bentrokan ini, sudah dapat diprediksi.  Situasi sudah memanas sebelum  pukul 07.30 WIT, diperkirakan 2200 aparat POLRI dan TNI bersenjata penuh, termasuk dengan menggunakan panser bersenjata mesin caliber 50, melakukan manuver dan pawai berkeliling di sekitar lokasi kongres untuk menuai ketakutan peserta. Aparat POLRI dan TNI bertambah jumlahnya saat peserta hendak memasuki lokasi kongres menjadi sekitar 5000 orang. Sebuah kendaraan Baraccuda TNI dan truk tahanan ditempatkan tepat di jalan masuk Sekolah Tinggi Filsafat dan

Read more...
Print PDF

Pers Release

PerPPU No 2/2017 (Ormas), Kontra Reforma

Pemerintah menerbitkan PerPPU No 2 Tahun 2017 Tentang Perubahan atas UU No 17 tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan pada Senin, 10 Juli 2017 kemarin. Pemerintah berdalih, bahwa PerPPU “Ormas” ini ...

Administrator | Friday, 14 July 2017

READMORE

PBHI mendesak Negara (POLRI) untuk memb

Iwan Mulyadi, korban lumpuh permanen akibat kena tembak oleh anggota Polri 2006 yang lalu. Masih belum menerima haknya. Iwan diberlakukan tak adil oleh Negaranya. 14 Agustus 2007 melalui PN Pasaman ...

Administrator | Monday, 19 December 2016

READMORE

POLRI Ubah Kebebasan Jadi Makar

Perhimpunan Bantuan Hukum dan Hak Asasi Manusia Indonesia (PBHI) mengecam tindakan aparat Bareskrim Polri dan Polda yang menangkap dan menahan 10 aktivis politik pada 2 Desember 2016, yaitu Adityawarman Thaha, ...

Administrator | Thursday, 8 December 2016

READMORE

Pseudo-Penegakan Hukum Lingkungan

Perhimpunan Bantuan Hukum dan HAM Indonesia (PBHI) adalah organisasi perhimpunan yang menaruh perhatian pada pemajuan penegakan hukum, bantuan dan pembelaan hukum, dan pemajuan HAM. Merespons dikeluarkannya Surat Perintah Penghentian Penyidikan ...

Administrator | Monday, 25 July 2016

READMORE

More in: Pers Release

-
+
1

 ©2011 erHarvest All rights reserved.